Selamat datang

Pages

Universitas Sebelas Maret

Kampus UNS, Jl. Ir. Sutami 36 A, Kentingan, Surakarta 57126, Telepon: (0271) 642283, 636268, 636728, 636729, 646994.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Fakultas KIP UNS adalah fakultas Ungu yang dihuni lebih dari 12.000 mahasiswa.

Pendidikan Teknik Kejuruan

Jl. Ahmad Yani No. 200 Pabelan, Kartasura, Kampus V Pabelan FKIP UNS Surakarta, No. Telepon Program Studi (0271) 718419, No. Faksimili Program Studi (0271) 718419, Homepage http://ptm.fkip.uns.ac.id, E-mail ptm@fkip.uns.ac.id.

Pendidikan Teknik Mesin 2012

Semoga saya lulus tepat waktu di tahun 2016 aamiin .

Kebakkramat Karanganyar

saya tinggal di Dukuh Sumberrejo, RT.02/X, Waru, Kebakkramat, Karanganyar.

Tampilkan postingan dengan label Essay. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Essay. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Mei 2014

Essay "PEMIKIRAN FILOSOFIS PANCASILA"



PEMIKIRAN FILOSOFIS PANCASILA
Pengertian filosofis terhadap pancasila adlah suatu perenungan reflektif dan sistematis mengenai pancasila yang sifatnya personal(Pranarka,1985).
Slamet Sutrisno (2006) juga mengatakan pemikiran filosofis pancasila meurpakan renungan mendalam tentang pancasila dari para tokoh atau ahli filsafat.Meskipun merupakan perenungan mendalam yanng bersifat personal tetapi pemikiran filosofis termasuk jenis pemikiran intelektual karena dilakukan secara reflektif,objektif,kritis, logis dan sistematis. Berikut adalah pandangan beberapa tokoh mengenai pemikiran filosofis terhadap pancasila.
Menurut Notonagoro (1982) isi dari sila-sila pancasila sebagai dasar falsafah negara adalah pengertian umum,abstrak,dan universil , yang dapat dirumuskan sebagai berikut :
  1. Bagi sila pertama ke-Tuhan-an Yang Maha Esa adalah kesesuaian sifat-sifat dan keadaan-keadaan daripada dan di dalam negara kita dengan hakekat daripada Tuhan.
  2. Bagi sila kedua Kemanusiaan yang adil dan beradap adalah kesesuaian sifat-sifat dan keadaan-keadaan daripada dan di dalam negara kita dengan hakekat daripada manusia.
  3. Bagi sila ketiga Persatuan Indonesia adalah kesesuaian sifat-sifat dan keadaan-keadaan daripada dan di dalam negara kita dengan hakekat daripada satu.
  4. Bagi sila keempat Kerakyatan yang dipimpin leh hikmat dalam permusyawaratan/perwakilan adalah kesesuaian sifat-sifat dan keadaan-keadaan daripada dan di dalam negara kita dengan hakekat daripada rakyat.
  5. Bagi sila kelima Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah kesesuaian sifat-sifat dan keadaan-keadaan daripada dan di dalam negara kita dengan hakekat daripada adil.
Ir.Soekarno sebagai orang pertama yang memperkenalkan Pancasila telah menjelaskan isi atau subtansi tiap sila Pancasila. Penjelasan tersebut adalah pada sidang I BPUPKI tanggal 1 juni 1945. Tidak hanya itu,penjelasan Ir.Soekarno perihal sila-sila Pancasila ini dikemukakan kembali pada kursus presiden tentang Pancasila di tahun 1956 dan [ada pidato di muka sidang umum PBB tahun 1960. Menurut beliau muatan yang trkandung dalam masing-masing sila Pancasila dapat dikemukakan secara sederhana,sebagai berikut.
  1. Ketuhanan Yang Maha Esa berarti bangsa Indonesia adalah bangsa yang bertuhan.Bukan hanya bangsa Indonesia adalah bangsa yang bertuhan tetapi hendaknya masing-masing orang Indonesia betuhan menurut Tuhannya sendiri.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradap berarti humanity atau persaudaraan bangsa-bangsa.
  3. Persatuan Indonesia berarti nasionalisme.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan berarti demokrasi.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia berarti tidak ada kemiskinan alam Indonesia merdeka (M Silalahi,2001)
Soediman Kartohadiprojo dalam buku “Beberapa Pikiran sekitar Pantja-Sila”(1970) menyatakan Pancasila pada awalnya masih berisi singkat hanya inti dari kelima sila. Pancasla belum ready made karena itu perlu pemikiran bulat untuk menemukan “isi” daripada Pancasila itu sendiri.
Isi pancasila haruslah memenuhi isi jiwa bangsa Indonesia sendiri sehinggga tafsiran yang diberikan tidak bermacam-macam.Selanjutnya ia menyatakan sebagai berikut “ Kalau kita perhatikan. Maka filsafat Pantja-Sila nti-intinya dibawakan dengan hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia”(Soediman Kartohadiprojo,1970:43).
Pemikiran bulat filsafat Pancasila tergambar dalam sila-sila Pancasila. Seperti arti sila pertama yaitu ke-Tuhanan Yang Maha Esa adalah bahwa bangsa Indonesia percaya adanya Tuhan.pencipta alam semesta dan seluruh isinya termasuk manusia. Demikianlah merupakan arti sila kedua , Perikemanusiaan yang adil dan beradab atau internasionalisme. Namun karena tempat tinggal manusia yang tidak berada dalam satu wilayah ini menimbulkan adanya bangsa (Sila ketiga, Nasionalisme atau kebangsaan). Sila kelima yang dimaksud adalah kebahagiaan dalam bernegara dan secara individu yang dicapainya dengan jalan musyawarah/mufakat/sila keempat.
Dikarya dalam buku “Dikarya tentang negara dan bangsa”(1980) membahas Pancasila secara filosofis yang bertolak dari refleksinya tentang manusia. Tulisan ini berasal dari prasaran beliau tentang Pancasila dan Religi pada Seminar Pancasila I tahun 1959 di Yogyakarta. Menurutnya, manusia adalah makhluamak sosial yang selalu berhubungan dengan semua yang lain. Aspek ini, pertama- dalam relasinya dengan alam jasmani yang disebutnya membudaya. Aspek kedua adalah relasinya dengan pesona rohani. Oleh karena itu, menurut strukturnya adanya kita perlu berupa kebersamaan. Keberadaan kita baik dalam dunia material maupun dalam interaksi adalah karena diadakan oleh Hyang Maha Ada.
Dengan demikian sila Ketuhanan itu timbul  dari kodrat manusia itu sendiri.Perikemanusiaan berarti menghormati,menjunjung tinggi sesama manusia. Perikemanusiaan berarti menolak perbudakan,menolak penghisapan antar manusia dan sebagainya.Perikemanusiaan membuat rumusan umum yaknni memuat segala kebijakan yang harus dilakukan manusia menurut hakikat kodratnya.
Keadilan sosial adalah suatu percabangan pengkhususan yang muncul jika kita memandang manusia berhadapan dengan alam jasmani,yang dikerjakan, dibangun, dijadikan perlengkapan dan syarat hidup,yang syarat hidup  itu harus langsung ditujukn kepada semua manusia,tidak hanya sekelompok manusia saja. Keadilan Sosial adalah perikemanusiaan sepanjang dilaksanakan dalam suatu bidang ialah bidangekonomi atau bidang penyelenggaraan perlengkapan dan syarat-syarat hidup kita sepanjang hidup itu tergantung pada barang materiil.
Untuk memunculkan prinsip demokrasi atau kerakyatan prinsip DEMOKRASI atau kerakyatan,kita harus berfikir lebih lanjut. Manusia adalah makhluk sosial sehingga dengan sendirinya manusia itu akan bermasyarakat. Masyarakat adalah bentuk konkrit dari permasyarakatan. Masyarakat sebagai bentuk pelaksanaan hubungan antar manusia tidaklah sama. Lain halnya dengan dengan negara sebagai kelompok masyarakat yang besar. Disini memasyarakat menjadi menegara. Disini bahaya kegagalan semakin besar,maka diperlukan prinsip DEMOKRASI. Dalam prinsip demokrasipara warga harus dipandang sebagai pribadi menurut ketinggiannya sebagai persona dengan semua hak-hak asasinya. Akan tetapi hak-hak berikut harus digunakan untuk kehidupan bernegara bukan untuk bertindak secara liar. Demokrasi adalah  prinsip yang nenyebabkan para warga negara saling memandang dan menghormati, menerima dan kerjasama dalam satu kesatuan, sehingga masyarakat dapat bertindak satu subjek yang menyelenggarakan kepentingan bersama.
Kebangsaan adalah suatu cara dari ada bersama. Berada bersama dalam satu negara belum tentu menegara,jika bangsa itu merdeka dan menegara maka kebangsaanlah yang menjadi dasar penegaraan, Kebangsaan adalah pelaksanaan memasyarakat dalam kelopok yang kebih kecil yaitu bangsa.
Abdul Kadir Besar dalam tuisannya “pancasila dan Alam pikiran Integralistik (1994) menyatakan bahwa untuk mengetahui serba konsep yang terkandung dalam tiap sla dilakukan refleksi filsafat. Menurutnya tiap sila Pancasila adalah abstraksi dari serba konsep yang secara logik terkandung di dalamnya, tersusun secara berjenjang dari konsep yang bersifat universal, berturut-turut secara deduktif logik ke konsep yang makin bersifat partikular.
Konsep universal yang terkandung dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa adalah alam semesta itu ciptaan Tuhan Yang Maha Esa,yang eksistensinya dekerangkai oleh suatu mantikan yangbjuga ciptaan Tuhan yang dinamai Mantikan Esistensi Alam Semesta. Dikatakan Bahwa dalam alam semesta itu,segenap fenomena saling bertautan merakit diri secara organik,rakitanya berjenjang ke atas tak terhingga dan kebawah tak terhingga. Mantikan Eksistensi Alam Semesta mengandung tiga tesis ontologik sebagai berikut :
1)      Dalam alam semesta,tidak ada suatu fenomenapun yang mampu berdiri sendiri,terlepas dari fenomena lain,
2)      Ada itu memberi, tidak ada itu tidak memberi
3)      Suatu pendapat atau keyakinan benar,bila ia berkesuaian dengan totalitas relasi yang berkaitan dengannya,dan nir benar apabila kesesuaian itu tidak ada.
Kebenaran itu adalah totalitas ide mengenai kebenaran bersifat integral. Kesimpulannya sila Ketuhanan Yang Maha Esa beralam pikirab integralistik.
Sila Kemanusiaan yang adil dan beadab adalah abstraksi dari kondisi konkrit manusia yang secara riil terus-menerus bersama dengan manusia lain, Manusia adalah salah satufenimena alam semesta ,yang tidak mungkin berdiri sendiri terlepas dari fenomena lain yang bertautan. Adil menunjukkan kemakhlukan individu dalam diri manusia sedang beradab menunjukkan kemakhlukkan sosialnya.
            Sila Persatuan Indonesia adalah abstraksi dari ketautan manusia dengan fenomen lain diluar dirinya yakni ketautan manusia dengan lingkungannya. Ketautan itu memberi kualifikasi loyalitas manusia pada lingkungannya yang diartikan sebagai rasa keterikatan diri manusia pada lingkungannya yang digerakkan hasrat memberi. Loyalitas terkecil yang mengelilingi manusia adalah keluarga sebagai loyalitas tingkat ke dua yang mempunyai kewajiban memberi pada lingkungan dimana ia berada yakni lingkungan suku bangsa sebagai tingkat loyalitas ketiga. Loyalitas pada bangsa inilah sebagai loyalitas tingkat keempat dalam pancasila dirumuskan sebagai Persatuan Indonesia. Totalitas memberi terus dilakukan pada tingkat berikutnya yakni  loyalitas pada umat manusia sebagai yang kelima. Dan akhirnya loyalitas pada alam semesta ciptaan Tuhan pada hakekatnya bentuk loyalitas manusia pada Tuhan YME sebagai tingkat loyalitas keenam sebagai puncaknya. Loyalitas pada tiapjenjang adalah kondisi integrasi dari semua berian para fenomen. Konsep universal yang terkandung dalam sila Persatuan Indonesia adalah integralistik.
Konsep yang terkandung dalam sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat permusyawaratan/perwakilan adalah tentang masyarakat. Paham Pancasila mengenai masyarakat adalah kebersamaan hidup  antar sejumlah orang yang terselenggara melalui interaksi saling memberi.Dalam hal ini masyarakat tidak dipandang dalam individunya saja melainkan sebagai tokoh nasional yang menentukan kemajuan suatu bangsa. Dalam konkritasinya masyarakat membutuhkan informasi yang mencerminkan kehendak rakyat dan hal itu diperoleh melalui interaksi saling memberi. Interaksi informasi inilah  dalam pengertian pancasila disebut musyawarah mufakat. Keorganisasian masyarakat yang pola kerjanya berkerangkakan musyawarah mufakat dalam Pancasila menjadi butir ajaran tentang : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan (dari) rakyat. Substansi ajaran demokrasi pancasila adalah kebersamaan yakni terkandung dalam ungkapan “ yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”.
Konsep universal yang terkandung dalam sila Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah produk dari relasi antarsubjek,bukan barang jadi yang diaku sebagai bawaan dari individu manusia. Konsep yang mendasari keadilan adalah keseimbangan antara hak dan kewajiban. Ajaran filsafat Pancasila bahwa perangkat hidup yang original adalah kewajiban yakni kewajiban memberi kepada lingkungan. Melalui interaksi saling memberi maka terungkaplah pengertian hak yakni hak seseorang adalah hasil terlaksananya kewajiban orang lain yang bertautan.




 Hak adalah derivat dari kewajiban. Faham keadilan ajaran filsafat Pancasila  adalah :
1)      Subjeknya jamak yang bertingkah laku serentak
2)      Bahan baku keadilan adalah terlaksananya kewajiban memberi dari pada subjek
3)      Keadilan bersifat fungsional, karena orang yang tidak pernah kewajiban memberi, tidak akan mendapatkan hak pula, mengingat kewajiban adalah transformasi dari kewajiban ke hak antar pasangan subjek.
4)      Dengan terjadinya transformasi kewajiban ke hak antar subjek jamak, keadilan akan terwujud.
Pemikiran filosofis pancasila bersifat personal. Karena itu bisa muncul perbedaan-perbedaan.

Esay AAI 2012



BILQIS
SANG MOTIVATOR
Assalamu’alaykum Warohmatullohi Wabarokaatu
Kisahnya amat sederhana, tetapi sangat bermanfaat dan sangat berkesan untukku.
Berawal pada tanggal 26 Mei 2012 ketika itu adalah pengumuman kelulusan untuk tingkat SMA dan ba’da maghrib aku ditelepon oleh guru BP SMA N KEBAKKRAMAT bahwa pengumuman undangan juga hari itu, dan aku diterima di Universitas Sebelas Maret. Sungguh sangat membanggakan ketika aku diterima di Universitas kebanggaan ini lewat jalur undangan tanpa test, kedua orangtuaku sangat bahagia walaupun aku diterima di prodi yang bukan favoritku, tapi apa aku bisa menghancurkan kebahagiaan orangtuaku? Jawabannya tentu TIDAK.
TIDAK karena belum tentu jika aku melepas ini dan diterima di prodi favoritku,aku juga yakin bahwa kemampuanku tidaklah seberapa,karena aku bukan orang pandai.
TIDAK karena banyak yang akan terluka jika aku melepaskan kerja keras guru-guru BP di SMA ku dulu,
TIDAK karena banyak perenungan yang telah aku jalani,banyak sharing-sharing dengan teman-teman dan sahabat-sahabatku,dan mereka semua menyemangati dan menyadarkan aku bahwa aku di SINI atas ridho ALLOH SWT, inilah yang ditakdirkan Alloh untuk orang sepertiku.
Walaupun telah sadar tetapi sepertinya  ada yang tidak ikhlas dalam hatiku entah apa itu, apalagi setelah menyadari bahwa lingkungan tempatku menggali ilmu kebanyakan adalah ikhwan dengan latar belakang SMK atau STM.
Tidak ada yang terlintas dalam fikiranku kecuali kemakluman terhadap segala apa-apa yang ada dalam prodi tempatku menaung sekarang. Sampai pada suatu masa ketika mahasiswa FKIP dikumpulkan dalam satu ruangan yang megah di gedung F Fakultas FKIP, atau disebut juga gedung ungu. Saat itu aku berfikir bahwa kegiatan itu hanya sebatas promosi, tapi disana ternyata di perkenalkan apa itu AAI (Asistensi Agama Islam), apa kerjanya, apa saja kegiatannya ,seberapa pentingnya, dan lain sebagainya.
              Dalam benakku aku menganggap itu media yang bagus karena sejak duduk dikelas XII SMA, memang menjadi target awal untuk memperdalam pengetahuanku tentang Islam, walaupun masih ada forum-forum dan unit kegiatan beralas islam lainnya.
Seketika itu, ternyata sudah dibagi kelompok dan asistennya masing-masing, aku sedikit kecewa karena kelompokku tidak seperti yang aku harapkan, aku bersama teman-teman satu prodi tetapi tidak ada yang membuatku nyaman saat bersama mereka.
Aku berusaha pindah kelompok, dan meminta ijin dengan kakak-kakak asisten yang ada disitu, tetapi saat itu aku agak kesal karena waktu perama kali aku bertanya kepada kakak asisten dibagian presensi prodi PTM 2012, kakak asistennya agak judes dan kurang ramah, saat itu timbul mainset dalam fikiranku bahwa kakak asisten itu agak judes, tanpa sebab tertentu dia langsung meninggalkan meja tempatku bertanya tanpa pamit ato sepatah kata apapun kecuali “TIDAK BOLEH”. Aku masih tercengang dengan sikap kakak asisten itu, aku berfikir “apakah aku bertanya dengan tidak sopan sehingga kakak asisten bersikap seperti itu?”. Aku tetap menunggu di meja presensi itu dengan penuh pertanyaan dalam fikiranku.
              Lalu muncul kakak asisten lainnya dari meja disamping kiriku, beliau murah senyum dan menyapaku dengan ramah, kalau tidak salah beliau berkata     “ ada yang bisa kakak bantu adek?”
Tanpa hitungan menit langsung mengubah kesan pertamaku tadi, dalam batinku berkata “ walau tidak secantik kakak yang tadi, walau tidak seindahan jika dipandang mata tetapi sikap dan senyuman akan menumbuhkan rasa aman.”
Lalu aku bertanya apakah aku bisa pindah kelompok ke kelompok yang lain?
Kakak itu menjawab dengan murah senyum “adek namanya siapa?”
Dan kemudian aku menjawab “RIRIN ROHWA WIJAYANTI mbak dari PTM 2012”
Lalu kakak itu berkata “oh adek ada diurutan paling atas tho? Wah tidak bisa itu dhek”
Lalu aku menjawab “kenapa tidak bisa  mbak?”
Tetapi kali ini tidak dijelaskan namun mbak asisten justru bertanya “lha kenapa ingin pindah dhek?”
Lalu aku menjawab dengan ringan “aku akan terasa kurang nyaman jika bersama dengan kelompok itu”
Lalu kakaknya menjawab “ nggak papa dhek justru adek akan dituntut disini, ini kesempatan bagus buat adek untuk bersosialisasi dengan teman adek satu kelompok, dan kelompok lainnya di prodi adek.”
“Subhanalloh kakak ini perkataannya sangat menenangkan  hati”,begitu gumamku dalam hati. Kemudian aku pergi sambil berpamitan dan mengucapkan terima kasih.
Walau sedikit kecewa tetapi aku merasa sedikit senang bisa bertemu dengan kakak asisten yang kedua  tadi dan aku berharap akan berjumpa lagi dengan kakak itu.
              Lalu dengan berjalannya waktu AAI perdana pun dilaksanakan, dikampus ku yang rindang didalam mushola kecil yang rapuh halaqoh AAI berlangsung, saat itu dirapatkan tentang struktur organisasi AAI dari kelompok kami dan saat itu saya dipilih untuk menjadi ketua kelompok AAI. Sungguh saat itu saya sedikit terkejut karena saya belum pernah memimpin suatu organisasi kecuali dulu waktu SMA ditunjuk sebagai wakil ketua di kelas. Kemudian dibentuk bendahara sekertaris dan pembagian tugas untuk pengisian tausiyah. Saat itu juga dimusyawarahkan tentang nama AAI kami, dan nama AAI kami adalah “BILQIS” yang beranggotakan 9 orang. Berdasarkan kesepakatan bersama AAI BILQIS dilaksanakan setiap hari Selasa pagi jam 08.00 WIB sampai jam 09.30 WIB.
Karena mushola PTK tidak mendukung, maka AAI kami diselenggarakan di masjid NURUL HALIMAH di R.S SOEHARSO atau lebih dikenal dengan Rumah Sakit ORTHOPEDI.

Setiap pertemuan urut-urutan acara kami adalah
1.        Pembukaan
2.       Tilawah Al-Qur’an
3.       Tausiyah dari teman-teman BILQIS
4.       Materi AAI yang disampaikan oleh kakak asisten kami yaitu kakak Wahdatun Ni’mah dari pendidikan ekonomi Universitas Sebelas Maret.
5.       Tanya jawab
6.       Penutup
Walaupun singkat tetapi banyak ilmu yang kami dapatkan dari kegiatan AAI tersebut baik yang telah kami ketahui maupun belum. Kami juga pernah mengadakan AAI di Taman Balai Kambang, pada saat itu adalah moment sangat menyenangkan karena selain ilmu kami juga dapat menyegarkan fikiran. Ada kegiatan outbound yang walaupun sangat sederhana tetapi sangat seru. Kerjasama,  kekompakan, kekuatan, tekat, semangat, dan ketulusan membuat kami menang dalam outbound itu. Saat itulah aku mulai sadar bahwa kebahagiaan kita tidak hanya didapat dari apa-apa yang kita inginkan, tetapi dalam lingkungan yang tidak kita inginkan dan walaupun terkesan asing bagi kita tapi akan terasa menyenangkan jika kita menjalin kerjasama dan komunikasi yang baik dengan penghuninya.
              Kegiatan AAI mengajariku bagaimana mengenal Alloh dan apa saja yang ada dalam islam. AAI menumbuhkan azzam dalam diriku untuk lebih mengenal Islam secara kaffah.
Tanpa AAI aku mungkin masih bimbang dengan pilihan hidup yang aku jalani. Dan dengan AAI akan menjadikan kekerabatan diantara akhwat-akhwat PTM 2012 akan semakin erat.
AAI memberiku motivasi bahwa apa yang Alloh berikan kepada kita adalah yang terbaik menurut Alloh SWT, walaupun tidak seperti yang kita harapkan.
Wassalamu’alaykum Warohmatullohi Wabarokaatu



Jazakumulloh khoiron katsiron AAI dan kakak-kakak AAI.